Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bank Syariah Indonesia, Bank Baru Hasil Merger 3 Bank Syariah Plat Merah

Dunia perbankan di Indonesia khususnya perbankan syariah kehadiran pendatang baru yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nama entitas PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pada tanggal 1 februari 2021 Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi di Indonesia dan diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembentukan Bank Syariah Indonesia ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat industri keuangan syariah di Indonesia. 

Bank Syariah Indonesia

bank syariah indonesia

Bank Syariah Indonesia sendiri sebenarnya bukan sepenuhnya pendatang baru dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, melainkan hasil merger dari 3 bank syariah Plat Merah.

Ketiga bank syariah milik Himbara yang di merger tersebut yakni Bank PT BRI Syariah (BRIS) anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Syariah Mandiri (BSM) anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta PT Bank BNI Syariah (BNIS) anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). 

Sebagai perwujudan penggabungan 3 bank syariah besar di Indonesia tentunya kini Bank Syariah Indonesia yang tetap memakai kode saham BRIS di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.

Perjalanan Berdirinya Bank Syariah Indonesia (BSI) 

Pada dasarnya rancangan ini sudah disiapkan sejak lama oleh Otoritas Jasa Keuangan tepatnya pada tahun 2016 lalu sebagai bentuk peta jalan pengembangan keuangan syariah di Indonesia. Salah satu misi yang ingin dicapai adalah peningkatan kapasitas lembaga keuangan syariah terutama di perbankan, sehingga merger dan akuisisi pun menjadi jawabannya. 

Pada tahun 2019 OJK mendorong bank syariah milik pemerintah untuk berkonsolidasi. Tujuan dari konsolidasi tersebut sendiri adalah dalam upaya agar bisa memperkuat daya saing bank syariah milik pemerintah. 

Pertengahan tahun 2020 pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan rencana untuk menggabungkan 3 bank milik Himbara menjadi satu entitas bank syariah saja. 

Ketiga bank syariah milik pemerintah tersebut akhirnya diumumkan oleh pemerintah untuk di merger pada Oktober 2020. Selanjutnya pada Desember 2020 konsolidasi bank syariah Himbara akhir menetapkan nama perusahaan menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Selain itu konsolidasi tersebut juga turut mematangkan perubahan logo dan struktur perusahaan. 

Pada Januari 2021 OJK resmi mengeluarkan izin merger atas 3 bank syariah tersebut dengan nomer izin SR-3/PB.1/2021 perihal pemberian izin penggabungan kepada PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT BRI Syariah Tbk. 

Februari 2021 Bank Syariah Indonesia resmi beroperasi dan akan melakukan kegiatan usaha di lebih dari 1.200 kantor cabang dengan 20 ribu lebih jumlah pegawainya. 

Harapan Baru Perbankan Syariah Indonesia

Dengan resmi berdirinya Bank Syariah Indonesia ini tentunya terselip sebuah harapan besar terhadap BSI agar turut serta dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia agar tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Dengan populasi muslim terbesar di dunia yakni lebih dari 200 juta masyarakat muslim, Bank Syariah Indonesia memiliki potensi untuk menembus top 10 bank syariah secara global. 

Menurut Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi BSI telah menyusun rencana bisnis dalam lima tahun mendatang. 

Strategi pertama yang akan dilakukan bank berkode saham BRIS ini adalah fokus pada pasar domestik yang potensinya yang luar biasa besar. 

Selanjutnya Bank Syariah Indonesia akan menjadikan UMKM dan Usaha Mikro sebagai salah satu fokus utama. Fokus ini membawahi kompetensi bank pendahulunya yakni BRI Syariah. 

Fokus lainnya yakni di segmen konsumer dan ritel yaitu dengan mengembangkan pembiayaan pembelian rumah dan kendaraan yang merupakan kompetensi dari bank pendahulunya juga yakni BNI Syariah dan Mandiri Syariah. Disamping itu gadai emas dan cicilan emas akan menjadi mesin pertumbuhan Bank Syariah Indonesia lainnya.