Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu Bank Himbara ? Berikut Sejarah dan Perkembangannya

Apa itu Bank Himbara? Saat ini ada banyak Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah yang resmi di Indonesia, baik itu berupa bank nasional maupun bank pembangunan daerah. Diantara sekian banyak bank yang ada terdapat beberapa bank yang termasuk dalam Bank Himbara.

Pengertian Bank Himbara ?

sejarah bank himbara

Himbara adalah akronim dari Himpunan Bank-bank Milik Negara. Bank-bank yang termasuk kedalam Himbara terdapat 4 bank ialah Bank Rakyat Indonesia (BRI) , Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Mayoritas saham pada bank-bank tersebut dimiliki oleh pemerintah. 

Sebagai bank-bank milik pemerintah tentunya bank himbara mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah untuk menjalankan lini usaha perbankannya. Selain mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, bank-bank himbara juga menjadi bank-bank yang dipilih oleh pemerintah untuk menjalankan program pemerintah. 

Berikut adalah ulasan singkat sejarah dan perkembangan 4 bank yang termasuk dalam Himbara yang kami kutip dari berbagai sumber. 

Bank Rakyat Indonesia (BRI) 

Sebenarnya Bank BRI sudah lama berdiri yaitu pada tanggal 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. Pada awalnya Bank BRI didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulfen Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik kaum Priyayi Purwokerto. Suatu lembaga keuangan yang melayani simpan pinjam masyarakat disana saat itu. 

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 1946 pasal 1 disebutkan bahwa bank BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. 

Pada masa perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1948, kegiatan operasional BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah adanya perjanjian Renville pada tahun 1949. Akan tetapi pada masa itu Bank BRI berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. 

Kemudian pada tahun 1992 tepatnya pada tanggal 1 Agustus, status Bank BRI berubah menjadi perseroan terbatas dengan terbitnya Undang-Undang Perbankan No 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No 21 tahun 1992.

Namun saat itu 100℅ saham BRI masih dimiliki oleh pemerintah. Barulah sejak tahun 2003 BRI menjual sahamnya di lantai bursa dan kemudian namanya pun berganti menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Namun saham mayoritas masih dimiliki oleh pemerintah. 

Bank Negara Indonesia (BNI) 

Salah satu bank BUMN ini adalah bank komersial tertua yang ada dalam sejarah Republik Indonesia, bank ini diresmikan pada tanggal 5 Juli 1946.

Bank BNI sendiri dipersiapkan menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI sejak didirikannya. 

Beberapa bulan setelah berdiri, Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama di Indonesia yakni Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). 

Pada tahun 1955 peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapatkan hak untuk bertindak sebagai bank devisa. 

Sejalan dengan adanya penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia beralih fungsi menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat No 2 tahun 1955.

Kemudian pada tahun 1968 status hukum Bank Negara Indonesia ditingkatkan menjadi Persero dengan nama PT Bank Negara Indonesia. 

Saat ini Bank Negara Indonesia sudah memiliki ribuan cabang yang tersebar diseluruh Indonesia dan juga 8 cabang yang dibangun diluar negeri khususnya negara tetangga. 

Bank Tabungan Negara (BTN) 

Pada awal pendirian bank ini tujuan awal ialah fokus membantu perencanaan kepemilikan rumah oleh seluruh lapisan masyarakat.

Produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari BTN sudah sangat populer dari semenjak dulu, apalagi saat ini dibeberapa tahun terakhir pemerintah tengah giat-giatnya menggalakkan program 1 juta rumah layak huni bagi masyarakat. 

Pengajuan melalui BTN bisa dibantu hingga cicilan 70℅ dari penghasilan pemohon perbulannya. Jarang ada bank lain yang sanggup menawarkan angka sebesar itu. 

Kembali lagi ke pembahasan awal, cikal bakal BTN sendiri dimulai dengan didirikannya Postpaarbank di Batavia pada tahun 1897. Pada tahun 1947, semasa pendudukan Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau Chokinkyoku. 

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, bank ini kemudian diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan kemudian diubah menjadi Kantor Tabungan Pos. 

Sempat mengalami beberapa kali perubahan baik nama ataupun bentuk perusahaan, sampai akhirnya pada tahun 1963 diubah nama dan bentuknya seperti yang ada sekarang ini. 

Pada tahun 1974 tepatnya pada tanggal 29 Januari Pemerintah Indonesia melalui Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No B-49/MK/I/1974 menunjuk Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai wadah pembiayaan proyek perumahan untuk rakyat. 

Sejalan dengan tugas yang diembannya tersebut, maka mulai dari tahun 1976 mulailah realisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama kalinya oleh Bank BTN di Indonesia.

Selanjutnya pada tahun 1992 status bank BTN kemudian menjadi persero dengan nama PT Bank Tabungan Negara (BTN) karena kesuksesan BTN dalam mengembangkan bisnis perumahan melalui fasilitas KPR.

Kemudian 10 tahun berselang tepatnya pada tahun 2002, pemerintah melalui menteri BUMN dalam surat No 5-544/MMBU/2002 menetapkan Bank BTN sebagai Bank Umum dengan fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi. 

Di tahun 2009 Bank BTN mendaftarkan diri pada Bursa Efek Indonesia dan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO). 

Bank Mandiri

Bank BUMN yang satu ini punya sejarah yang cukup panjang dalam proses pembentukannya di dunia perbankan Indonesia. 

Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. 

Bank Mandiri sendiri merupakan hasil penggabungan (merger) 4 bank pemerintah yang dilikuidasi yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). 

Dengan adanya Mergerisasi tersebut Bank Mandiri pun menjadi bank pertama yang mempunyai nilai aset lebih dari Rp 1000 triliun. 

Hingga saat ini, Bank Mandiri sudah memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang di seluruh Indonesia dan sekitar 7 kantor cabang diluar negeri. 

Nah, itu dia deretan 4 Bank yang termasuk dalam Bank Himbara. Bank mana yang akan kamu pilih sebagai tempat kamu membuka rekening?