Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Pengajuan Klaim Asuransi ? Berikut Tatacaranya

Salah satu hal yang masih menjadi ketakutan masyarakat dalam membeli asuransi adalah proses pengajuan klaim asuransi itu sendiri. Tidak jarang banyak informasi yang kadang simpang siur mengenai rumitnya proses klaim sebuah produk asuransi tertentu.

Apalagi klaim tersebut adalah berupa klaim asuransi jiwa, yang dimana "Tertanggung" orang yang paling paham mengenai produk asuransi yang dimilikinya telah meninggal dunia. Sebagai ahli warisnya, jika memang kondisi tersebut terjadi apa yang harus dilakukan?

Temukan jawaban anda dalam pembahasan berikut, baca sampai akhir ya agar anda paham dan mengerti. 

Pengertian Klaim Asuransi

cara ajukan claim asuransi

Ada banyak orang berkata mengurus klaim asuransi itu ribet, banyak proses dan kadang hasilnya tidak jelas, benarkah demikian adanya? 

Sebenarnya apa sih itu klaim asuransi ?

Klaim Asuransi adalah tuntutan dari pihak Tertanggung sehubungan dengan adanya kontrak perjanjian antara Perusahaan Asuransi dengan pihak Tertanggung yang dimana masing-masing pihak mengikat diri untuk menjamin pembayaran ganti rugi oleh Penanggung (Perusahaan Asuransi) jika pembayaran premi asuransi telah dilakukan oleh pihak Tertanggung, ketika terjadi musibah yang diderita oleh pihak Tertanggung. 

Dokumen Pengajuan Klaim

Dokumen pendukung klaim asuransi ini tergantung dari sifat kerugian yang dideritanya. Apa saja dokumen yang diperlukan? Berikut rinciannya :

Polis asli berikut Endorsement (jika ada).

Perincian kerugian berikut besarnya jumlah nilai tuntutan ganti rugi.

Foto mengenai kerusakan atau kerugian yang terjadi.

Dalam hal klaim yang terjadi atas peristiwa bencana alam, maka Tertanggung melampirkan surat keterangan dari instansi terkait yang berwenang mengenai kejadian tersebut.

Dalam hal klaim atas kejadian pencurian, maka Tertanggung melampirkan surat keterangan dari pihak yang berwajib (laporan polisi) kartu stock/persediaan termasuk faktur pembelian.

Dokumen-dokumen lain yang diperlukan atau diminta oleh Penanggung secara wajar. 

Bagaimana Tatacara Pengajuan Klaim ?

Berikut adalah tatacara ketika anda ingin mengajukan klaim asuransi :

Pastikan Polis anda masih aktif

Pastikan klaim yang akan diajukan tidak termasuk dalam pengecualian polis

Ajukan klaim sebelum batas waktu pengajuan

Isi formulir klaim dengan benar dan lengkap serta lengkapi dokumen pendukung yang di isyaratkan

Pastikan rekening pembayaran klaim dalam kondisi aktif

Monitor proses klaim dan tanyakan statusnya jika belum ada keputusan sampai dengan batas waktu pemrosesan klaim. 

Alur proses pengajuan klaim asuransinya adalah sebagai berikut :

Terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian untuk objek pertanggungan yang diasuransikan.

Tertanggung menghubungi perusahaan asuransi untuk memberikan informasi terkait terjadinya suatu kerugian yang dialaminya.

Perusahaan asuransi meminta Tertanggung untuk membuat pernyataan tertulis mengenai kerugian yang dialami. Pernyataan tersebut berisi antara lain tentang tempat kejadian, kronologis kejadian, dan lain sebagainya. 

Perusahaan asuransi meminta Tertanggung untuk melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses klaim. 

Perusahaan asuransi melakukan survei atas objek pertanggungan dan menentukan apakah klaim disetujui atau tidaknya.

Perusahaan asuransi menginformasikan nilai kerugian klaim kepada Tertanggung.

Tertanggung menerima penggantian atas klaim yang diajukan sesuai dengan kesepakatan dengan Penanggung. 

Hal-hal yang Dapat Menyebabkan Gagal Klaim atau Klaim Tidak Dibayarkan

Dibawah ini ada beberapa hal yang dapat menyebabkan gagalnya sebuah proses klaim asuransi sehingga nantinya klaim tidak akan dibayarkan oleh Perusahaan asuransi kepada Tertanggung antara lain :

Tidak termasuk ke dalam resiko yang dipertanggungkan.

Status Polis sudah tidak aktif. 

Masuk dalam ketentuan pre-existing (penyakit sudah diderita sebelumnya). Penyakit yang tidak dikemukakan dan ditulis sebelumya ketika awal perjanjian dengan jujur. 

Masuk dalam masa tunggu.

Masuk dalam pengecualian polis. 

Dokumen kurang lengkap. 

Telah melewati batas waktu pengajuan klaim.

Penyelesaian Sengketa atau Perselisihan Klaim

Sebagai konsumen anda mempunyai hak untuk menyatakan keberatan atas hasil klaim asuransi apabila tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan diawal, tapi tentunya jika semua kewajiban anda telah sesuai dengan yang termasuk dalam proses perjanjian diawal. 

Jika anda merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan dari perusahaan asuransi, maka kemukakanlah kepada perusahaan asuransi tersebut. 

Proses penyelesaian sengketa atau perselisihan ini gratis tidak dipungut biaya. Perusahaan asuransi akan menindaklanjuti sengketa atau perselisihan yang anda sampaikan yang biasanya dalam kurun waktu 20 hari kerja dan dapat diperpanjang 20 hari kerja berikutnya dengan pemberitahuan sebelumya.

Jika dalam kurun waktu tersebut tidak tercapai kesepakatan antara anda dan perusahaan asuransi maka proses penyelesaian sengketa atau perselisihan tersebut dapat dilanjutkan secara eksternal yakni dengan melalui Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI). 

BMAI ini adalah sebuah Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) diluar sidang yang dibentuk oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) khusus untuk industri asuransi. 

Apa itu Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) ?

Indonesia telah memiliki badan khusus untuk penyelesaian sengketa klaim asuransi yang dikenal dengan Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi (BMAI). BMAI didirikan pada tanggal 12 Mei 2006 dan mulai beroperasi pada tanggal 25 September 2006.

Pendiriannya ini sejalan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yaitu :

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No.KEP.45/M.EKON/07/2006

Gubernur Bank Indonesia No.8/50/KEP.GBI/2006

Menteri Keuangan No.357/KMK.012/2006

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.KEP-75/MBU/2006 Tentang Paket Kebijakan Sektor Keuangan yang ditetapkan di Jakarta tanggal 5 Juli 2006. Juga sejalan dengan ketentuan lampiran III Lembaga Keuangan Non-Bank poin 3 program 3 tentang Perlindungan Pemegang Polis dengan Penanggung Jawab Kementerian Keuangan RI. 

BMAI ini didirikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang profesional dan transparan yang berbasis pada kepuasan dan perlindungan serta penegakkan hak-hak Tertanggung atau Pemegang Polis melalui proses mediasi dan ajudikasi.

BMAI dibentuk dengan tujuan untuk memberikan representasi yang seimbang antara Tertanggung dan atau Pemegang Polis dan Penanggung (Perusahaan Asuransi).

Tertanggung atau Pemegang Polis yang tidak menyetujui penolakan tuntutan ganti rugi atau manfaat polisnya oleh Penanggung (Perusahaan Asuransi) dapat meminta bantuan BMAI untuk menyelesaikan sengketa antara mereka. BMAI senantiasa berupaya untuk menyelesaikan sengketa klaim asuransi secara lebih cepat, adil, murah, dan informal. 

Tiga macam proses yang dapat ditempuh untuk penyelesaian sengketa melalui BMAI, baik secara bertahap maupun secara sendiri-sendiri yaitu :

1. Mediasi 

Dilakukan oleh seorang Mediator untuk memfasilitasi negosiasi antara para pihak yang bersengketa untuk mencapai perdamaian, tanpa memberikan penilaian atau putusan terhadap sengketa tersebut.

2. Ajudikasi

Dilakukan oleh Majelis Ajudikasi, yang terdiri dari minimum 3 orang Ajudikator, yang memeriksa dan membuat keputusan atas sengketa para pihak, jika perdamaian melalui mediasi tidak menemukan titik terang.

3. Arbitrase

Dilakukan oleh seorang Arbiter atau Majelis Arbitrase yang terdiri dari minimum 3 orang, yang memeriksa dan membuat keputusan atas sengketa para pihak, jika ajudikasi tidak berhasil, atau sengketa melebihi batas nilai yang diperkenankan untuk diproses melalui mediasi ataupun ajudikasi. 

Jika anda menyelesaikan sengketa melalui proses ajudikasi, anda bebas untuk menerima atau menolak putusan Majelis Ajudikasi. Jika anda menolak, para pihak bebas untuk mencari upaya hukum lainnya. Sebaliknya jika anda menerima putusan, Perusahaan Asuransi terikat dan harus melaksanakan putusan Majelis Ajudikasi.

Sementara Putusan Majelis Arbitrase bersifat mengikat dan para pihak tidak boleh menempuh upaya hukum banding, kasasi, dan sebagainya. 

Hubungi BMAI melalui email info@bmai.or.id atau kunjungi website www.bmai.or.id untuk mendapatkan informasi persyaratan dan mekanisme penyelesaian sengketa melalui BMAI.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi agen pembelian asuransi anda.