Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bank Digital, Tren Hijrah Bank ke Dunia Digital Siap Dimulai

Perbankan di Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi era baru yakni hadirnya revolusi perbankan online berupa Neobank atau Bank Digital. Hadirnya bank digital sendiri tidak terlepas dari bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini. 

Tidak dapat dipungkiri seiring berkembang pesatnya teknologi saat ini menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Berkembangnya teknologi memberikan kemudahan bagi setiap orang yang menginginkan kemudahan dan juga dalam hal kecepatan atau istilahnya serba instan. 

Berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia periode tahun 2019 - kuartal II tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan dibandingkan dengan hasil survei pada tahun 2019 lalu tentang perilaku pengguna internet tahun 2018.

Jumlah pengguna internet hingga kuartal II tahun 2020 mencapai angka 196,7 juta atau sekitar 73,7℅ dari total populasi di Indonesia.

Dengan adanya jumlah pengguna internet sebesar ini tentunya akan menjadi peluang tersendiri dibidang digital, tak terkecuali dunia perbankan yang ikut serta ambil bagian dengan melakukan terobosan berupa Bank Digital. 

Apa itu Bank Digital dan Plus Minusnya ?

bank digital

Menurut Wikipedia Bank Digital adalah bagian dari konteks yang lebih luas untuk perpindahan ke perbankan online, dimana layanan perbankan diberikan melalui layanan internet.

Menurut OJK layanan perbankan online (Bank Digital) adalah layanan atau kegiatan perbankan dengan menggunakan sarana elektronik atau digital milik Bank, dan atau melalui media digital milik calon nasabah dan atau nasabah, yang dilakukan secara mandiri tanpa kantor fisik atau dengan keberadaan kantor fisik bank yang terbatas (minimal). 

Perbankan digital memberikan pelayanan layaknya perbankan konvesional secara umum, mulai dari memperoleh informasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan, dan penutupan rekening. Bedanya hanyalah nasabah/calon nasabah tidak harus datang langsung ke bank, cukup melalui media internet saja. 

Nasabah tidak harus datang langsung ke bank

Dapat diakses dimana saja selagi ada jaringan internet

Hemat waktu dan biaya

Memberikan keamanan dan kenyamanan

Mudah dan praktis

Dapat mengurangi penggunaan kertas

Layanan perbankan digital memiliki banyak kelebihan yang ditawarkan kepada calon nasabah/nasabah diantaranya seperti berikut :

Disamping memiliki kelebihan tentunya juga bank digital memiliki kekurangan tersendiri. 

Melansir dari laman gobankingrates.com berikut adalah kekurangan bank digital antara lain :

Masalah Teknologi

Masalah Keamanan

Tidak efisiensi pada masalah yang kompleks

Tidak ada hubungan dengan bankir pribadi

Tidak nyaman untuk melakukan deposit

Bank Digital, E-Banking, SMS Banking, dan Internet Banking

Bank digital memiliki perbedaan dengan e-Banking, m-Banking, maupun sms Bangking. Perbedaan tersebut adalah terletak pada menu layanan dimana e-Banking, SMS Bangking, maupun m-Banking merupakan layanan perbankan yang dapat diakses sendiri melalui smartphone dengan fitur yang terbatas meliputi transaksi pembayaran, pembelian, transfer, hingga penarikan tunai tanpa kartu di ATM. Selain itu nasabah terlebih dahulu harus datang langsung ke ATM atau bank terkait untuk mengaktifkan semuanya. 

Lebih dari itu Bank Digital mencakup keseluruhan layanan perbankan seperti yang telah dijelaskan di atas tadi. Bisa dibilang e-Banking, SMS Bangking, dan m-Banking adalah seminya Bank Digital karena layanannya yang terbatas sedangkan Bank Digital memberikan kesuluruhan layanan layaknya Bank konvensional. 

Bank Digital yang Ada di Indonesia

Bank di Indonesia sendiri belum banyak yang sudah menerapkan penuh layanan perbankan digital ini.

Saat ini di Indonesia sendiri sudah ada 10 Bank konvensional yang sudah menerapkan Digital Banking (Bank Digital) secara menyeluruh, akan tetapi nama dan sistemnya berdiri sendiri terpisah dari bank utama. 

Berikut daftar Bank Digital di Indonesia :

  • Jenius (BTPN) 
  • Digibank (Bank DBS Indonesia) 
  • Tyme Digital (Bank Commonwealth) 
  • Wokee (Bank Bukopin) 
  • PermataME (Bank Permata) 
  • D-Bank (Bank Danamon) 
  • Nyala (OCBC Indonesia) 
  • TMRW (UOB Indonesia) 
  • Bank Digital BCA (BCA) 
  • Bank Harda Internasional (Bank Mega) 

Selain 10 bank digital milik bank konvensional diatas, masih terdapat lagi bank digital milik perseroan diluar bank konvensional seperti :

  • Bank Amar (Tolaram Group) 
  • Bank Jago (Metamorfosis, Wealth Track Technology, GoPay) 
  • Bank Net Syariah (NTI Global Indonesia) 

Jadi bagaimana, anda tertarik untuk membuka rekening tabungan pada salah satu Bank Digital diatas?