Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingkah Asuransi Jiwa Saat Ini? Simak Penjelasan Berikut ini

Dari sekian produk asuransi yang ada hingga saat ini asuransi jiwa tetap menjadi produk yang paling banyak diminati orang. Mengenal asuransi jiwa tak cukup hanya sekedar cuma memahami definisi secara umumnya saja melainkan lebih dari itu sebelum anda memutuskan untuk memilikinya. 

Apalagi ditengah kondisi seperti ini, dimana pandemi sedang melanda, akankah asuransi jiwa menjadi sebuah pilihan yang tepat untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi? Mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat walafiat, akan tetapi antisipasi itu juga perlu. 

Simak penjelasan berikut ini agar kamu mempunyai pertimbangan lebih sebelum memiliki asuransi jiwa. 

Pengertian Asuransi Jiwa

pentingnya asuransi jiwa

Menurut laman resmi Avrist Asuransi, Asuransi jiwa dibutuhkan sebagai cara mudah untuk mengelolah resiko secara finansial yang ditanggung oleh keluarga. Dengan berasuransi, apabila terjadi halangan tetap pada si pencari nafkah utama, maka keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan hidup dengan berbekal uang pertanggungan dari polisi asuransi jiwa yang dimiliki. 

Secara umum pengertian asuransi jiwa adalah sebagai berikut :

Asuransi Jiwa adalah sebuah produk asuransi yang bertujuan sebagai bentuk perlindungan terhadap kerugian finansial tak terduga atau hilangnya pendapatan seseorang dalam hal ini tertanggung yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.

Asuransi jiwa itu sendiri terbagi kedalam beberapa jenis, khusus di Indonesia sendiri asuransi ini terbagi kedalam 4 jenis.

Jenis-jenis Asuransi Jiwa di Indonesia

Ada banyak variasi dan Kombinasi dari polis asuransi jiwa tersebut yang tersedia saat ini. Berikut adalah 4 jenis asuransi jiwa di Indonesia yang kami rangkum dari berbagai sumber :

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance) 

Produk asuransi jiwa Berjangka adalah bentuk dasar dari asuransi jiwa itu sendiri. Seluruh produk asuransi jiwa Berjangka memberikan pertanggungan selama satu jangka waktu tertentu atau yang biasa disebut dengan jangka waktu polis tertentu (polis term).

Manfaat polis dapat dibayarkan hanya apabila (1) tertanggung meninggal dalam jangka waktu yang telah ditentukan, dan (2) polis masih berlaku (in force) ketika tertanggung meninggal dunia.

Lamanya jangka waktu pertanggungan berbeda antara satu polis dengan polis lainnya. Namun biasanya perusahaan asuransi jarang menjual asuransi jiwa berjangka untuk jangka waktu kurang dari satu tahun. Jangka waktu dapat ditetapkan dalam jumlah tahun tertentu misalkan 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau dapat ditetapkan dengan menentukan usia tertanggung pada akhir jangka waktu polis.

Jenis-jenis Pertanggungan Asuransi Jiwa Berjangka :

Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Tetap (level termasuk life Insurance) 

Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Menurun (decreasing term life Insurance) 

Asuransi Jiwa Berjangka dengan Uang Pertanggungan Meningkat

2. Asuransi jiwa Seumur Hidup (whole life Insurance) 

Ada 2 karakteristik utama dalam jenis asuransi ini yaitu :

Memberikan pertanggungan seumur hidup kepada tertanggung selama polis masih berlaku (inforce). 

Memberikan Pertanggungan Asuransi dan mengandung unsur tabungan. 

Jenis-jenis pertanggungan asuransi jiwa seumur hidup :

Asuransi Jiwa Seumur Hidup Tradisional (Traditional whole life insurance) 

Last survivor life insurance

Asuransi Jiwa Seumur Hidup Gabungan (Join whole life Insurance) 

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance) 

Asuransi jenis ini memberikan suatu jumlah manfaat tertentu, apakah tertanggung hidup sampai akhir jatah waktu pertanggungan atau meninggal selama jangka waktu pertanggungan. Setiap polis asuransi jiwa dwiguna memiliki tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal pembayaran uang pertanggungan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis jika tertanggung masih hidup. 

Tanggal jatuh tempo akan tercapai apabila (1) pada akhir suatu jangka waktu yang telah ditetapkan, atau (2) ketika tertanggung telah mencapai usia yang telah ditetapkan. 

4. Asuransi Unit Link

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa unit link adalah proteksi asuransi plus investasi. Dengan membeli produk unit link, seorang tertanggung dapat memperoleh manfaat perlindungan asuransi jiwa sekaligus berinvestasi.

Dibandingkan dengan produk asuransi dwiguna, produk unit link memberikan tertanggung kebebasan untuk memilih jenis instrumen investasi yang diinginkan dengan hasil nilai tunai (nilai polis) yang bervariasi. Setiap pilihan jenis instrumen investasi memiliki resiko dan keuntungan yang berbeda-beda. 

Berdasarkan cara pembayaran premi, asuransi unit link dikelompokkan menjadi dua jenis yakni :

Premi Tunggal yaitu premi yang hanya dibayarkan sekaligus di awal, selama nilai tunai masih mencukupi untuk menutupi biaya-biaya yang dibebankan maka konsumen tidak perlu membayar premi lagi.

Premi Berkala yakni konsumen membayar premi secara berkala atau bertahap bisa itu secara bulanan, triwulan, tahunan, atau kurun waktu tertentu berdasarkan kesepakatan yang dibuat antara konsumen dengan perusahaan penyedia asuransi unit link. 

Untuk lebih jelas mengenai asuransi unit link silahkan baca Mengenal Unit Link, Investasi ala Asuransi serta Untung Ruginya. 

Manfaat Asuransi Jiwa

Secara Umum, Asuransi jiwa memberikan 7 manfaat kepada Pemegang Polis atau Penerima Manfaat yakni sebagai berikut :

1. Memberikan Rasa Aman dan Perlindungan

Dengan memiliki polis asuransi jiwa menjadikan hidup lebih tenang, tertanggung akan terhindar dari kemungkinan timbul resiko kerugian dikemudian hari. 

2. Pendistribusian manfaat dan biaya yang lebih adil

Biaya premi pertanggungan akan selaras dengan resiko pertanggungan yang dipilih. 

3. Sarana Menabung

Untuk beberapa asuransi jiwa jenis tertentu, uang yang diasuransikan memiliki nilai tunai yang dapat diambil.

4. Memberikan Kepastian

Pada dasarnya asuransi jiwa berusaha untuk mengurangi konsekuensi yang tidak pasti dari suatu keadaan yang merugikan, yang sudah diperkirakan sebelumnya sehingga biaya atau akibat finansial dari kerugian tersebut menjadi relatif pasti. 

5. Instrumen Pengalihan & Penyebaran Resiko

Melalui Asuransi jiwa kemungkinan timbulnya resiko kerugian dapat dialihkan dan disebarkan kepada pihak penanggung. 

6. Membantu Meningkatkan Kegiatan Usaha Tertanggung

Sebagian resiko investasi jangka panjang (usaha tertanggung) dapat ditutup oleh Asuransi jiwa untuk mengurangi resiko. 

7. Jaminan Kredit

Polis Asuransi jiwa dapat dijadikan sebagai jaminan kredit, namun biasanya sangat selektif pada jenis kredit dan bank tertentu. 

Apa saja yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Asuransi Jiwa ? 

Hal-hal berikut harus anda perhatikan sebelum membeli suatu produk asuransi jiwa yaitu :

Pastikan Tenaga Pemasar atau Agen yang melayani anda sudah memiliki lisensi dari AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) 

Pilih Asuransi Jiwa yang sesuai dengan kebutuhan, profil resiko, dan kemampuan anda. 

Pahami Manfaat Asuransi Jiwa dan pengecualiannya. 

Isi formulir aplikasi pengajuan asuransi dengan benar, lengkap dan jujur serta tandatangani formulir setelah anda membaca dan mengisinya dengan benar. 

Pahami Hak dan Kewajiban anda termasuk membayar premi tepat waktu.

Pastikan anda menerima polis dengan lengkap dan membaca isinya.

Pahami tatacara pengajuan klaim. 

Informasikan pembelian polis, manfaat, dan tatacara klaim kepada penerima manfaat. 

Catat nomer Contact Center Perusahaan Asuransi dimana anda bisa mendapatkan informasi mengenai polis dan klaim anda. 

Dimana Membeli Asuransi Jiwa ?

Setelah membaca ulasan diatas apakah anda tertarik untuk membeli Asuransi jiwa? Jika anda berminat memiliki Asuransi jiwa silahkan kunjungi atau hubungi tempat berikut ini :

Tenaga Pemasar (Agen) Asuransi Jiwa

Mitra Bank yang Memasarkan Asuransi

Online atau E-commerce

Telemarketing yang Menawarkan kepada Anda

Sampai disini dulu pembahasan kita mengenai Pentingkah Asuransi Jiwa saat ini, materi didalam artikel ini kami sadur dari berbagai sunber termasuk dari pdf file AAJI "Hidup Cerdas dengan Asuransi Jiwa" dan pdf file OJK "Buku 4 Perasuransian". 

Membahas asuransi jiwa tak cukup hanya dalam satu bahasan saja mengingat cukup luasnya cakupan mengenai asuransi jiwa itu sendiri. Pada kesempatan selanjutnya kita akan sambung kembali pembahasan mengenai asuransi jiwa ini dalam artikel selanjutnya.