Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pilih Giro atau Tabungan? Ini Manfaat dan Perbedaannya

Ketika kamu akan membuka rekening pada suatu bank, pada saat mengisi formulir pengajuan tentunya kamu akan dihadapkan pada pilihan antara giro atau tabungan. Nah, apa sih giro? Dan apa bedanya dengan tabungan? 

Secara harfiah antara giro dan tabungan tidak jauh berbeda, sama-sama sarana tempat menabung dan juga mendapatkan bunga, akan tetapi keduanya punya sedikit perbedaan dan keunggulan masing-masing. 

Mengenal apa itu Giro ?

manfaat giro

Apa itu Giro dan Tabungan? Rata-rata masyarakat awam mungkin akan sedikit bingung ketika ditanyai tentang Giro, beda halnya dengan tabungan. Mayoritas mereka lebih mengenal tabungan karena sudah lumrah dalam kehidupan sehari-hari. 

Hanya segelintir saja orang yang paham betul dengan yang namanya Giro, itu dikarenakan Giro memang mempunyai kelebihan untuk segmen tertentu. Rata-rata orang yang mempunyai Giro adalah pebisnis atau seorang pelaku usaha. 

Jadi apa itu Giro? Berikut ini adalah beberapa pengertian Giro menurut versi masing-masing. 

Menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 Giro adalah simpanan atau dana pihak ketiga, dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan media berupa cek, bilyet Giro dan atau sarana perintah pembayaran lainnya. 

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Giro adalah salah satu produk perbankan berupa simpanan dari nasabah perseorangan maupun badan usaha dalam rupiah ataupun mata uang asing, yang proses penarikannya dapat dilakukan kapan saja, selama jam kerja, dengan menggunakan warkat cek dan bilyet giro.

Nasabah Giro disebut dengan istilah Giran. Giran bisa dari perseorangan ataupun badan hukum yang membutuhkan sebuah kemudahan dalam transaksi keuangan dalam jumlah yang tidak dibatasi. Selama saldo masih mencukupi maka proses transaksi dapat berjalan dengan lancar. 

Pembukaan Giro di setiap bank memiliki persyaratan masing-masing dan juga memiliki nilai minimal setoran. Namun pada umumnya, jumlah setoran minimal untuk pemohon perorangan sebesar Rp 250.000 dan Rp 500.000 untuk pemohon yang berupa badan usaha atau perusahaan. 

Apa Fungsi Giro ? 

Giro memiliki fungsi yang sangat bermanfaat dalam transaksi keuangan, terutama jika nominal yang ingin ditransaksikan dalam jumlah besar. 

Fungsi Giro yang wajib kamu ketahui ada 4 yaitu :

Giro dapat berfungsi sebagai alat pembayaran dari semua transaksi jual beli atau kegiatan bisnis lainnya, dalam hal ini Giro sama dengan uang tunai. 

Sama akan halnya dengan rekening tabungan pada umumnya simpanan di rekening Giro dapat ditarik kapanpun. 

Sebagai alat pembayaran, tanpa dibebankan biaya administrasi. Dalam hal ini pihak pemberi bisa langsung menyerahkan surat Giro kepada penarik tanpa harus dipotong biaya administrasi. 

Produk perbankan ini bisa digunakan untuk transaksi dengan nilai besar hingga Rp 500 juta per transaksi.

Kelebihan dan Kekurangan pada Rekening Giro

Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan Giro dalam transaksi keuangan kamu, ada baiknya kamu ketahui apa kelebihan dan kekurangan rekening Giro itu sendiri. 

Kelebihan Rekening Giro

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari rekening Giro yang bersumber dari laman Lifepal, yakni :

Tidak bisa dicairkan secara instan di mesin ATM, melainkan harus melalui prosedur penunjukan kepada pihak tertentu melalui surat tertulis (cek), tanpa itu maka proses transaksi tidak dapat dilakukan. 

Tidak ada batasan nominal dalam transaksi sehingga proses transaksi menjadi lebih praktis. 

Proses transaksi dapat dilakukan kapan saja dan juga dapat dibatalkan kapan saja pula sesuai dengan permintaan nasabah. 

Mendapatkan laporan detail setiap bulannya melalui rekening koran, sehingga nasabah mendapatkan informasi dengan jelas dan transparan menyangkut uangnya.

Kekurangan Rekening Giro

Selain kelebihan tentunya terdapat juga kekurangan pada rekening Giro yaitu :

Bagi penerima Giro (dalam hal ini penjual) tidak dapat langsung menerima hasil penjualannya dikarenakan harus menunggu sesuai tanggal efektif yang tertera pada Giro. 

Giro memiliki tengah waktu pencairan, jadi bagi penjual sering-sering lah update tanggal jatuh tempo Giro. 

Resiko akan terjadinya penipuan Cek atau Giro kosong dapat saja terjadi. 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membuka Rekening Giro

Berikut ini adalah hal-hal yang harus kamu perhatikan jika kamu ingin membuka rekening Giro, antara lain :

Kembalikan segera lembar pertama bukti penerimaan cek atau bilyet giro agar rekening giro kamu dapat diaktifkan oleh bank. 

Catat setiap pengeluaran kamu baik itu berupa tanggal, nomor, maupun nominal uang di lembar sebelah kiri cek atau bilyet giro sebagai alat kontrol agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan dana yang ada. 

Berhati-hatilah dalam mengeluarkan cek, karena setiap cek yang telah dibubuhi tanda tangan serta materai dapat segera dibayarkan oleh pihak bank tanpa konfirmasi terlebih dahulu. 

Pastikan kamu memiliki dana yang cukup ketika menerbitkan cek atau bilyet giro, untuk menghindari dicantumkan nya nama kamu dalam daftar blacklist nasional. 

Ketika kamu kehilangan cek atau bilyet giro kamu, segera laporkan kepada pihak bank walupun itu cuma 1 lembar. 

Biasanya cek atau bilyet giro cuma berlaku 70 hari setelah tanggal penerbitan, setelah itu akan expired (kadaluarsa). 

Jika kamu ingin menutup rekening Giro kamu, maka sisa lembar warkat cek atau bilyet giro harus segera di serahkan kepada pihak bank. 

Perbedaan antara Giro dengan Tabungan

Setelah membaca keseluruhan informasi mengenai Giro diatas, dapatkah kita menarik suatu kesimpulan yang jelas perbedaan antara Giro dengan Tabungan? Melansir dari situs Akseleran perbedaan antara Giro dengan Tabungan antara lain :

1. Tanggal Terbit dan Efektif

Pada Giro terdapat tanggal terbit dan tanggal efektif yang digunakan untuk menandai kapan transaksi bisa dilakukan. Akan tetapi sebaliknya pada tabungan tidak ada tanggal seperti itu, kapan saja dan dimana saja (via online) transaksi bisa dilakukan. 

2. Tanggal Jatuh Tempo

Giro memiliki tanggal jatuh tempo atau tengat, jika rekening Giro sudah memasuki masa tengat maka transaksi pemindahan dana sudah tidak bisa dilakukan lagi. Namun hal serupa tidak ada dalam rekening Tabungan. 

3. Rekening Koran

Pada Giro laporan transaksi keuangannya yang berupa rekening koran akan selalu diupdate setiap bulannya. Akan tetapi pada Tabungan ada yang memiliki rekening koran ada juga yang tidak. 

4. Pencairan Dana

Pencairan Giro harus dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo dan harus dilakukan di kantor bank yang tertera. Sementara pada Tabungan pencairan dana bisa dilakukan kapan saja baik itu di kantor ataupun melalui atm.

5. Jumlah Penarikan

Pada Giro jumlah penarikan dana tidak dibatasi, selagi saldo mencukupi maka transaksi dapat dilakukan. Beda halnya dengan Tabungan, jumlah penarikan akan dibatasi tergantung dengan tingkat prioritas nasabah yang kamu pilih pada awal pembuatan rekening. Beberapa jenis rekening Tabungan membatasi transaksi dari ATM berupa limit antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per hari. 

Nah, setelah kamu memahami mengenai pilih Giro atau Tabungan diatas, tentunya kamu sudah dapat menyimpulkan sendiri pilihan yang terbaik untuk kamu itu adalah jenis rekening apa. 

Terlepas kamu mau pilih apa Giro atau Tabungan, pada intinya sesuaikan dengan kebutuhanmu. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apabila kamu adalah seorang pelaku usaha mungkin ada baiknya juga memiliki rekening Giro untuk keperluan usahamu. Namun bila kepentingan kamu hanya sebatas kebutuhan pribadi, memilih rekening tabungan bisa jadi pilihan terbaik. Semua keputusan kembali kepadamu.

Semoga Bermanfaat...