Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kepincut Investasi Properti? Pahami Untung Ruginya Dahulu

Kepikiran buat Investasi? Mungkin Investasi Properti bisa menjadi salah satu referensi buat kamu. Investasi Properti menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang yang menjanjikan. Saat ini dibandingkan dengan menabung, berinvestasi sedang naik daun dan seolah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak boleh dilewatkan dalam perencanaan keuangan. Apalagi dengan adanya ragam pilihan investasi seperti logam mulia, reksadana, saham, hingga jenis investasi properti tentunya membuat pilihan investasi menjadi semakin gampang. 

Pengertian Investasi Properti

untung rugi investasi properti

Menurut Wikipedia Properti menunjukkan kepada sesuatu yang biasanya dikenal sebagai entitas dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekompok orang atas suatu hal eksklusif. 

Pada konteks ini properti yang kita bahas adalah seputaran aset yang dimiliki oleh seseorang berupa aset fisik misalkan tanah, rumah, ruko, apartemen, dan lain sebagainya. 

Sementara apa yang dimaksud dengan investasi properti? 

Investasi Properti adalah salah satu jenis investasi yang berkaitan dengan pembelian, kepemilikan, pengelolaan, penyewaan, dan penjualan real estate untuk menghasilkan laba atau profit.

Investasi properti merupakan pembelian properti yang bertujuan untuk mendapatkan Return of Invesment (ROI) baik itu berupa pendapatan sewa, penjualan kembali maupun gabungan antara keduanya. 

Dilihat dari segi jangka waktunya investasi properti ini termasuk investasi yang fleksibel, dapat menjadi investasi jangka panjang maupun investasi jangka pendek. 

Jika investasi ini bersifat jangka pendek, properti investasi direnovasi untuk kemudian dijual kembali guna mendapatkan laba dalam jangka waktu yang singkat. 

Sementara untuk jangka panjang, properti investasi ini bisa disewakan terlebih dahulu baru kemudian dijual kembali. Jadi untung yang akan anda dapatkan menjadi berlipat. 

Jenis-jenis Investasi Properti

Sementara ini aset properti dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni berupa tanah dan bangunan. Namun berbicara mengenai investasi properti ini tak cukup cuma sebatas tanah dan bangunan saja. Mengutip dari laman Lifepal, ragam jenis investasi properti ini tidak cuma sebatas itu saja. Berikut ialah ragam jenis dari investasi properti itu sendiri. 

1. Investasi Properti Equity Crownfunding

Jenis investasi properti ini adalah berupa metode investasi dengan cara pengumpulan dana kolektif atau istilahnya patungan untuk membeli suatu properti. 

Sebagai contoh penerapannya ialah dengan cara menerapkan sistem persentase dalam penyertaan modal, entah itu 10℅, 20℅ ataupun dalam jumlah lainnya. Di ibaratkan seperti akan halnya saham, ditentukan berdasarkan jumlah masing-masing modal yang di ikut sertakan. 

Nantinya, sebagai imbal hasil dari keuntungan yang didapat baik itu berupa hasil sewa ataupun pada saat penjualan kembali properti tersebut. 

2. Investasi Saham Properti

Layaknya sebuah investasi saham, dalam jenis investasi properti ini berarti Anda membeli kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang properti. Saat ini ada banyak perusahaan properti yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia. 

Mekanismenya hampir sama dengan point pertama tadi cuma bedanya Anda diharuskan untuk membuka rekening efek di perusahaan sekuritas terlebih dahulu sebelum membeli saham. Dalam posisi ini Anda adalah investor yang terdaftar resmi pada perusahaan beda akan halnya pada point pertama tadi yang lebih kearah perorangan. 

3. Investasi Properti Hunian Keluarga

Investasi properti jenis ini adalah merupakan cara investasi model lama atau sudah ada semenjak dahulu dan masih tetap efektif untuk dilakukan saat ini. Akan tetapi investasi ini tergolong investasi yang padat modal, dalam artian Anda membutuhkan dana yang cukup besar untuk memiliki sebuah properti untuk dijadikan investasi. 

Mekanismenya adalah dengan cara Anda membeli sebuah properti, kemudian properti tersebut disewakan atau juga dihuni sendiri. Seiring mobilitas zaman, maka nilainya pun akan meningkat. 

4. Investasi Properti Bisnis

Pada point ini investasi lebih cenderung diarahkan untuk mengembangkan bisnis dengan tujuan untuk membangun passive income, bisa berupa penyertaan modal ataupun pengelolaan sendiri. Akan tetapi pada tipe investasi ini modal yang dibutuhkan sangat besar tergantung dari skala bisnis yang ditargetkan. 

Bentuk jenis properti ini antara lain berupa gedung perkantoran, lahan parkir, gudang untuk keperluan bisnis, homestay, bahkan hotel. 

Mengapa Harus Memilih Investasi Properti?

Investasi di bidang properti termasuk investasi yang baik, karena banyak alasan yang mendukung itu. 

Dengan berinvestasi properti, Anda dapat menikmati Return of Invesment yang tinggi dan tentunya anti Inflasi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa harus memilih investasi properti. 

Investasi Properti bisa dibilang lebih stabil. Investasi properti memiliki keunggulan produk yang kongkret atau fisiknya nyata, ini dapat anda manfaatkan untuk tambahan pendapatan berupa sewa sembari menunggu perkembangan nilai investasinya dimasa yang akan datang. 

Properti bisa dijadikan agunan. Aset berupa properti dapat Anda jadikan agunan atau jaminan ketika Anda membutuhkan pinjaman dana tanpa harus menjual aset properti. 

Properti nilainya akan selalu naik. Semakin lama nilai properti akan semakin naik, banyak contoh yang bisa Anda temukan harganya dulu dengan harga sekarang sangat jelas kenaikan nilainya. 

Kendali Harga ada ditangan pemilik. Walaupun harga pasarannya memang ada, akan tetapi harga jual properti tergantung pada pemiliknya mau berapa ia menjualnya. Asalkan ada yang mau dan berminat tentunya itu adalah sebuah keuntungan tersendiri.

Kerugian Investasi Properti

Selain beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi properti seperti contoh diatas, tentunya investasi properti juga memiliki kekurangan ataupun kerugian. Wajarlah yang namanya investasi itu pasti ada yang namanya untung rugi, gak mungkin untung terus. 

Beberapa kerugian investasi properti yang mungkin saja bisa terjadi antara lain :

Investasi properti tidak likuid. Saat Anda sedang membutuhkan uang dan diharuskan untuk menjual properti tersebut, Anda tidak dapat berharap banyak dari hasil penjualan. Untuk segera terjual tentunya Anda harus menjualnya dibawah harga pasaran, beda halnya akan emas atau logam mulia yang punya standar harga jual.

Modal yang dibutuhkan besar. Modal menjadi salah satu penyebab keraguan banyak investor untuk memulai investasi properti. 

Membutuhkan biaya operasional. Selain modal awal, tentunya juga ada biaya renovasi jika ingin menaikan nilainya, belum lagi biaya perawatannya. 

Tertarik untuk mulai berinvestasi di bidang properti? Pahami dulu untung ruginya, sesuai dengan prinsip keuanganmu atau tidak sebelum kamu menyesalinya dikemudian hari. 

Bijaklah dalam mengelola keuangan mu ! 

Semoga bermanfaat...