Mengetahui Sejarah, Jenis dan Legalitas serta Resiko Pinjaman Online

Pundipedia - Salah satu cara yang bisa dilakukan ketika sedang membutuhkan dana mendesak adalah dengan melalui pinjaman online. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya yakni apakah pinjaman online solusi yang efektif untuk mengatasi kesulitan keuangan? Pinjaman online terbukti menjadi solusi yang efektif karena prosesnya cepat dan persyaratannya gampang. 

Akan tetapi dibalik kemudahan proses dan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman online ini tentunya akan ada juga efek negatifnya sebagai konsekuensinya. Mari cari tahu lebih lanjut mengenai pinjaman online berikut ini.

Daftar Isi

pinjaman-online
pinjaman online (image by rangkulteman) 

Sejarah Pinjaman Online

Adapun cikal bakal pinjaman online ini sebenarnya sudah ada semenjak lama. Beberapa perusahaan perintis pinjaman online ini diantaranya adalah perusahaan luar negeri seperti Zopa, Prosper, Lending Club, dan Paypal. Lalu kemudian pada tahun 2010 mulailah muncul perusahaan sejenis yang benar-benar memberikan pelayanan pinjaman online yaitu Square dan Amazon. 

Akan tetapi untuk target konsumen yang mereka bidik saat itu tidak menyasar peminjam perseorangan umum melainkan kepada marketplace lending untuk konsumen. Produk yang ditawarkan pun yaitu bisa berupa pinjaman pribadi, kartu kredit, maupun pembelian barang melalui jalur kredit yang istilahnya sekarang pay later

Jenis-jenis Pinjaman Online

Sama akan halnya seperti pinjaman uang lainnya, pinjaman online ini juga terbagi atas beberapa jenis pinjaman tergantung dari jumlah pinjaman, jangka waktu pinjaman atau tenor, suku bunga yang dikenakan, agunan yang diperlukan, serta tujuan dari pembiayaannya itu sendiri. 
Secara umum jenis-jenis pinjaman online ini terbagi menjadi 5 jenis produk pinjaman, yaitu :

1. KTA (Kredit Tanpa Agunan)

Kredit tanpa agunan atau KTA ini adalah sebuah produk pinjaman online pribadi yang tidak mensyaratkan atau menggunakan agunan sebagai jaminan atas pinjamannya. Beberapa diantaranya biasanya syarat yang diminta berupa kartu kredit bahkan pada beberapa penyedia pinjaman online hanya cuma modal ktp saja. 

2. Kredit Karyawan

Dilihat dari namanya saja kredit karyawan artinya produk pinjaman online yang satu ini hanya berfokus memberikan pinjaman hanya kepada karyawan sebuah perusahaan. Bila ditinjau dari sisi penghasilan, karyawan memang bisa dibilang mempunyai penghasilan yang tetap, jadi resiko gagal bayar kemungkinan kecil akan terjadi apalagi jika perusahaan tersebut sudah bermitra dengan perusahaan penyedia pinjaman online, sehingga nantinya cicilan ataupun pengembalian pinjaman nantinya bisa dipotong langsung dari gaji yang diterima oleh si peminjam. 

3. Kredit Kendaraan

Seiring dengan kemajuan teknologi digital maka proses pengajuan kredit kendaraan pun bisa melalui online. Untuk sasaran konsumen biasanya akan menyasar karyawan yang mempunyai slip gaji yang jelas, selain daripada itu si peminjam juga harus memiliki bukti kepemilikan tempat tinggal sendiri dan tentunya uang muka. Nantinya jika sudah disetujui maka kendaraan tinggal di kirimkan kepada konsumen yang bersangkutan. 

4. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)

Pinjaman ini berlaku bagi mereka yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil angsurannya. Biasanya untuk pinjaman jenis ini perusahaan fintech bekerja sama dengan bank. Syarat yang diperlukan tentunya adalah slip gaji, bukti kepemilikan tempat tinggal serta uang mukanya. 

5. Pinjaman Usaha

Untuk jenis pinjaman yang satu ini tentunya hanya khusus bagi mereka yang mempunyai usaha baik itu untuk penambahan modal ataupun untuk modal usaha baru.Untuk persyaratannya sendiri selain daripada persyaratan pada umumnya tentun harus memiliki usaha yang dijalankan. 

Legalitas Pinjaman Online

Seiring dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap pinjaman online ini yang dikarenakan oleh prosesnya yang mudah maka semakin lama semakin banyak bermunculan aplikasi baru penyedia pinjaman online. Sesuai pepatah yang ada, dimana ada gula maka disitu ada semut. Begitu pula akan halnya dengan pinjaman online ini, karena peminatnya semakin banyak maka akan semakin banyak pula penyedia pinjaman online yang baru.

Dengan banyak munculnya aplikasi pinjaman online ini mengharuskan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membuat regulasi agar dapat mengatur seluruh aplikasi pinjaman online yang beredar supaya tidak bertindak ilegal. 
Saat ini untuk legalitas pinjaman online tertuang dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Dalam peraturan yang ada tersebut disebutkan bahwasanya layanan pinjam meminjam  uang yang berbasis teknologi informasi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan antara pemberi pinjaman dengan si penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah dan dilakukan secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.
Dengan adanya peraturan tersebut maka OJK selaku pengatur regulasi melakukan pengawasan secara khusus terkait pinjaman online. 

Untuk perusahaan atau aplikasi pinjaman online yang legal tentunya akan mendaftarkan diri dan mendapatkan izin dari OJK. Sementara bagi yang tidak mendaftarkan diri dan tidak mendapatkan izin dari OJK maka disebut pinjaman online ilegal. 

Kerugian Pinjaman Online

Untuk kerugian yang akan mungkin bisa ditimbulkan dari pinjaman online berikut ini lebih tepatnya disematkan pada pinjaman online yang ilegal. Pinjaman online yang legal selain telah berizin OJK tentunya untuk proses pinjamannya dari awal sampai akhir termasuk data nasabah dan cara penagihannya pun sudah tentu akan aman karena berada dalam pengawasan dan sesuai peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Adapun beberapa kerugian yang bisa ditimbulkan dari pinjaman online yang ilegal antara lain :

  • Bunga yang dikenakan sangat tinggi
  • Terlambat membayar pinjaman akan berurusan dengan debt collector yang cara penagihannya terkenal brutal
  • Peminjam dan kontak darurat akan diteror apabila sudah lewat jatuh tempo
  • Kemungkinan bisa mengalami kebocoran data pribadi yang telah diberikan sebelumnya yang mungkin bisa saja nantinya akan disalahgunakan. 

Demikianlah serba serbi mengenai pinjaman online yang wajib kalian ketahui sebelum mengajukan pinjaman pada pinjaman online. Sebisa mungkin coba hindari beruurusan dengan pinjaman online ini, tetapi jika seandainya pinjaman online menjadi alternatif terakhir maka disarankan untuk mengajukan pinjaman hanya pada pinjaman online yang legal saja. Walaupun pinjaman online ilegal terkadang membutuhkan syarat yang gampang serta proses yang tidak berbelit-belit sampai proses pencairan dana yang cepat, kita juga harus ingat resiko yang akan kita hadapi nantinya apabila telat ataupun gagal bayar pada aplikasi pinjaman online tersebut.